Krisis Kemandirian Pelajar

Belajar di sebuah lembaga pendidikan merupakan salah satu syarat untuk mendapat pengakuan akademik secara resmi dan formal. pengakuan tersebut ditunjukkan dengan ijazah kelulusan yang diberikan pada akhir periode jenjang pendidikan yang ditempuh.

Dalam perjalanannya, pelajar yang merupakan fokus utama pendidikan menjadi semacam tumpuan harapan untuk berkembang sebagai manusia yang berguna dan dapat membenahi aspek kehidupan yang dirasa perlu agar manfaat dan kebaikannya dapat dirasakan oleh dirinya secara personal dan seluruh lapisan maksyarakat.

Mensejahterakan masyarakat lewat jalur pendidikan dinilai perlu untuk menumbuhkan dasar-dasar pengetahuan yang diperlukan untuk bertahan hidup dalam  realita yang alurnya tidak semanis novel atau sinetron percintaan.

Namun, dunia pendidikan seakan ditantang oleh krisis kemandirian pelajar yang intensitas tahunannya semakin bertambah.

Krisis kemandirian seperti kemalasan dan sikap pelajar yang tidak jujur dalam mengerjakan tugas menjadi ancaman tersendiri bagi keberhasilan sistem pendidikan.

Tantangan dan ancaman

Perkembangan internet pada era globalisasi diharapkan menjadi media belajar tambahan terkadang disalahgunakan oleh beberapa pelajar. Kasus yang sering terjadi dalam hal ini adalah ‘copy-paste’ atau menyalin dan menempelkan artikel atau karya orang lain yang diunggah di website atau blog tertentu untuk memenuhi tugas sekolahnya.

Tidak hanya itu, banyak kaum pelajar yang kurang menyadari pentingnya kerjasama kelompok. Dalam kerja kelompok, biasanya pelajar dibagi menjadi dua tipe pekerja, mereka yang menyadari tanggungjawab dan berusaha untuk memenuhinya bersama teman sekelompok, dan mereka yang memiliki kesadaran rendah akan tanggungjawab dan bergantung pada temannya yang serius mengerjakan tugas tersebut.

Kemalasan yang ditunjukkan oleh pelajar yang sering menumpang nama untuk mendapatkan nilai dalam tugas kelompok bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kurangnya kepercayaan diri dengan kemampuannya, kurangnya kepercayaan dari teman sekelompoknya, atau ketidakpedulian sebab merasa sudah tercover oleh teman-temannya.

Sikap dan perilaku yang demikian tidak hanya berdampak pada stagnasi kreativitas dan kemandirian pelajar dalam menanggung beban tanggung jawab akademisnya, akan tetapi lebih pada pembiasaan untuk melakukan manipulasi tanpa pembelajaran serius.

Akibatnya, tujuan lain dari pendidikan yang ingin mencetak generasi penerus yang bervisi dan dapat mengemban amanat untuk kemajuan Bangsa dan Negara kembali terancam gagal.

Kebangkitan mentalitas Pelajar

Penanganan fenomena krisis kemandirian seperti ini bukanlah sesuatu yang bisa ditangani menggunakan jalan kekerasan atau pengetatan sistem pendidikan secara paksa. Karena, bercermin pada kenyataan yang ada, beredar berita seperti seorang mahasiswa yang membunuh dosennya, orang tua pelajar yang memenjarakan guru anak-anaknya, dan kekerasan antar sesama pelajar. Berita-berita tersebut memperlihatkan dengan jelas bahwa aspek personal yang perlu ditangani dengan seksama adalah mentalitas pelajar yang semakin lama semakin rendah.

Apabila mentalitas pelajar yang bermasalah itu tinggi, maka ia tidak akan mengambil jalan membunuh, akan tetapi mengembangakn strategi problem solving untuk menghadapi masalahnya, bukan lari darinya.

Tidak hanya itu, pengembangan spiritualitas pada diri pelajar juga harus dilakukan untuk menumbuhkan sikap bertanggung jawab melalui kewajiban ibadah yang harus ditempuh. Dengan menyadari kewajibannya untuk beribadah kepada Tuhan, ia akan memiliki rasa malu, atau minimal kegelisahan saat mulai melenceng dari jalur yang benar.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s