Move On? Why Not?

Hello minna-san… lama mimin nggak update.. Maklum, lagi nggak ada inspirasi buat nulis apapun. Atau lebih tepatnya, banyak inspirasi yang kabur entah kemana gegara si mimin tidak bertindak cepat dalam menuangkan inspirasi tersebut ke dalam sebuah media. Hoho..

Anyway, mimin lagi kepikiran sama kata ‘move on’. Ho.. kata ini sudah nggak asing lagi dong buat anak muda zaman sekarang? Secara umumnya, sehabis putus sama pacar, pasti deh teman-teman sering banget mengungkapkan kata ‘move on’ ini. Hem hem.. mimin kok bisa kepikiran soal move on ya? Apa karena mimin belum bisa move on dari seseorang? Wow wow… check it out di bawah ini ya guys ceritanya..
Seperti kebiasaan anak muda pada umumnya, mimin buka facebook pagi-pagi dan menemukan status teman yang berbunyi “kenapa MOVE ON itu susah? Karena dari SD sudah diajari MENGHAFAL dan MENGINGAT, bukan MELUPAKAN”.

Gegara status itu, mimin jadi kepikiran sama kata move on, menghafal, mengingat dan melupakan. Yah, karena empat kata tersebut yang seakan-akan ditonjolkan oleh si empunya status. Mungkin kebanyakan orang bakal nge-like ini status karena mereka merasa ‘itu status bener banget’, atau ‘pantes aja gue belom bisa move on, ini toh sebabnya’. Nah kan, malah gitu.

Tapi, mimin juga nggak bisa nyalahin si pembuat statement sih, Cuma… C’mon guys, lihat dari sudut pandang yang lain lah. Hidup itu pilihan, apakah kita ingin hidup dengan warna abu-abu yang kelam dan jauh dari keceriaan, atau kehidupan pelangi yang berwarna dan penuh keindahan? That’s your own choice.

Kalau menurut mimin sih, nggak ada salahnya mengingat dan menghafal hal yang (mungkin dianggap) buruk oleh teman-teman yang habis putus sama pacar dan belom bisa move on. ‘Lha kok bisa? Mimin gak pernah ngerasa frustasi pas putus sama pacar ya? Atau jangan-jangan mimin itu pemain cinta yang nggak pernah serius menanggapi perasaan orang lain?’. Kalau itu yang kalian pertanyakan, tentu jawabannya enggak. Mimin juga manusia kali, pernah pacaran, frustasi karena diputusin, ngerasain cinta bertepuk sebelah tangan, bahkan susah move on yang bikin kehidupan mimin serasa dipenuhi warna kelabu.

Tapi, bagi mimin, menghafal dan mengingat bukanlah hal yang salah. Mengapa? Karena itu tahap belajar. Bagaimana bisa? Karena, sebenarnya nih guys, ketika kita berpacaran, kita tahu betul baik buruk pasangan kita. Namun, seringnya kita mentolerir apa yang kita tahu tentang dia karena alasan sayang atau cinta. Sehingga, kita tidak terlalu mempermasalahkan hal buruk yang mungkin pernah dilakukannya. Walaupun tak jarang pasangan yang tidak menyukai perilaku buruk tersebut sehingga menjadi sebuah masalah yang membawanya pada sebuah pertengkaran panjang. Ketika pertengkaran tersebut terjadi, hanya ada dua pilihan yang akan dilaluinya.

Pertama, intrsopeksi dan membuat kesepakatan untuk berubah. Sehingga, ketika masalah selesai, justru mereka akan semakin dekat dan bunga-bunga cinta bersemi lebih banyak. Yah, bisa dibilang hubungannya akan lebih hangat dari sebelum-sebelumnya. Namun, lamanya kehangatan ini bertahan juga dilatarbelakangi oleh faktor komitmen untuk berubah menjadi lebih baik.

Kedua, memutuskan hubungan. Pilihan ini merupakan yang paling sering terjadi ketika masalah yang ditemui oleh pasangan tidak membuahkan jalan keluar yang bisa disepakati bersama. Sehingga, putus hubungan ini seringkali menjadi latar belakang susahnya move on. Bisa dibilang, masalah yang belum tuntas seringkali membuahkan masalah yang lebih besar. Maka tidak heran jika ada statement yang mengatakan ‘masalah itu ada untuk dihadapi, bukan untuk ditinggal pergi’.

Ok, kembali pada status facebook yang bikin mimin mikir gaje pagi-pagi. Sampai mana tadi? Oh iya, tentang belajar. Mimin, kenapa kita tidak menyalahkan menghafal dan mengingat sih? Itu kan bikin tambah sakit hati dan susah move on? Jawabannya adalah… jeng jeng jeng…

Karena kita mengetahui baik dan buruknya orang tersebut, kita jadi belajar bagaimana cara beradaptasi dengan orang yang tipenya hampir sama dengan mantan pacar kita. Selain itu, mimin percaya, kita bakal belajar tentang bagaimana cara menghadapi masalah yang terjadi kala itu. Dengan belajar beradaptasi dan memecahkan masalah, bisa dibilang kita akan menemukan cara baru untuk menjalani hubungan yang baik ketika suatu saat menemukan seseorang sebagai tambatan hati yang ‘pas’.
Berarti, statement mimin mendukung ‘menghafal’ dan ‘mengingat’? yeah.. betul sekali. Coba kita bandingkan dengan ‘melupakan’..

Ketika kita melupakan hal yang kita anggap buruk, maka tidak ada jaminan bahwa suatu saat kita tidak mengulangi kejadian yang sama. Mengapa demikian? Karena kita tidak belajar apapun dan tetap menjadi diri kita yang lama, diri kita yang bahkan tidak mengerti bagaimana cara menyelesaikan sebuah masalah yang sudah pernah dialami sebelumnya. Apakah mungkin ada orang di dunia ini yang ingin jatuh ke sebuah lubang yang sama? Mimin kira tidak pernah ada yang menginginkan hal tersebut.

Jika memang ada yang harus dilupakan, maka lupakan bahwa ia pernah menjadi pacarmu. Anggap bahwa kau telah lahir sebagai orang yang berbeda, orang baru yang akan memulai hubungan ‘persahabatan’ dengan ‘mantan pacar’ tersebut, itupun jika orang tersebut bukanlah orang yang jahat.

Apa yang mimin maksud dengan ‘jahat’ adalah.. jika orang tersebut memiliki sifat buruk yang akan membuat kita terjerumus ke hal yang tidak baik dan menyimpang. Tapi guys, kejahatan ini jangan kamu lihat secara subjektif ya.. coba Tanya penilaian teman-temanmu juga tentang dirinya. Jika kebanyaka orang berkata bahwa ia tidaklah baik, maka jauhi saja untuk kebaikan dirimu yang baru.

Namun, jika brotha dan sista tetap ingin berkawan dengannya, tak ada masalah. Selama mampu menjaga diri sendiri dan memiliki pegangan prinsip yang kuat. Terutama nih, sista-sista kita yang biasanya ‘rawan’ untuk terjerumus hal-hal negatif karena luluh dengan kata-kata manis yang ujung-ujungnya bikin sakit juga.
Okay.. bagaimana guys? Masih ingin ‘melupakan’, atau ‘mengingat’ untuk belajar menjadi pribadi yang baru dan lebih kuat dalam menghadapi masalah hidup? C’mon.. let’s move on.. tak ada orang yang ingin menderita di dunia ini, kecuali orang yang berputus asa.

Terus melangkah maju adalah hal alami yang seharusnya dilakukan manusia. sekecil apapun langkah itu, teruslah bergerak maju. Karena seberapa besar kau menangisi masa lalu dan bermuram durja, maka keadaan tak kan jua berubah jadi baik. Jika kita bisa menciptakan kehidupan berwarna pelangi, mengapa harus memilih kehidupan abu-abu?
Kehidupan memang penuh dengan masalah, karena dari sanalah kita belajar untuk berjuang dan bertahan. Sebenarnya kata-kata ‘hanya yang terkuatlah yang akan bertahan’ tidak sepenuhnya salah. Karena kekuatan tidak hanya berasal dari fisik semata. Hahay..

Jadi, sudahkah anda memutuskan untuk move on? 

Semarang, 07 Agustus 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s