TV Ku Sayang, Ku Rasa Malang

Ohayou minna-san.. Still with me,, mimin yang gaje ketika lihat sesuatu yang nggak srek di hati.. hoho.. Hem,, langsung sajalah.. siap? Okaayy *jempol double*

Pagi ini, as usual, mimin buka facebook (again), di forum sebuah grup yang ngefans beudht sama salah satu band terkenal yang berasal dari jepang. Disana, udah rame deh sebuah status yang nge-tag sebuah foto dari potongan acara talk show Indonesia yang bintang tamunya bintang ketje *plakk*, ehhemm.. mimin serius, pokoknya itu bintang tamu yang jadi objek fans-nya anak grup (ya iyalaahhh… secara itu fans group).

Lalu, apa masalahnya min? kenapa mimin jadi gaje cuma karena hal begituan? Mimin fanatik ya belain bintang tamunya yang *ehem* ketje abis? Atau, ada masalah lain yang mengganjal dalam relung hati mimin yang rapuh?

Bukan itu guys, gegara postingan itu, mimin jadi keinget lagi tentang KP* yang ngurusin acara di Indonesia. Eits, yang nggak tau googling dulu apakah itu KP*. Te-hee~

Jadi nih ceritanya, itu foto talk show yang ditayangin jaman kapan, mimin sampai lupa, membuahkan keresahan pada hati teman-teman grup, keresahan itu berasal dari reaksi teman-teman terhadap perilaku dan cara host acara itu memperlakukan tamu yang sangat disanjung oleh anak grup karena kelebihan-kelebihannya. Yah, mungkin ada yang tau itu acara apa,., yang jelas, itu host sering banget becanda  yang terkadang emang kelewatan. Nggak Cuma pas bintang tamunya si abang ketje aja sih.. tapi semua bintang tamu yang pernah diundang ke situ kali ya? *mimin gak suka nonton itu karena lebih enak nonton anime.. hehe*

Trus apa hubungannya sama KP*? Helloww… guys.. kemana aja kalian? Pernah nonton TV? Apa yang kalian rasakan dari tayangan TV zaman sekarang? Hem, pasti sensasinya jauh beda sama acara TV jaman dulu ya? Yah, secara sekarang kebanyakan acara TV malah menayangkan sinetron percintaan yang penuh dengan nuansa hedon. Belum lagi pemain sinteronnya, ambooii… sekarang pemain sinetron rata-rata cakep, cantik dan seksi, udah macam syarat mutlak aja buat jadi pemain sinetron.

Mimin bukannya mau jadi haters nih guys, tapi.. come on.. kemana aja sih acara-acara kita yang dulu? Yang walaupun sinetron, tapi mereka punya makna dan ajaran yang sedikit dalam. Bukan sekarang yang isinya rebutan pacar, suami, istri, harta, dll pokoknya dah.. saking mumetnya mimin gaje ini.

Selain itu, kalian lihat nggak sekarang lebih banyak ‘sensor’ yang sebenarnya menurut mimin pribadi, malah bikin orang yang lihat makin penasaran. It’s okay hide it on tv, but.. after watching tv, they will search in google.. wkwk.. you know what I mean. Saking maraknya sensor di tv, kartun dan anime juga ikutan kena imbasnya. Bayangkan guys, bayangkaaannnn,…. *back sound petir*

Pasti pernah dong kalian lihat sandy di kartun spongebob kena sensor? Di kartun tangled juga ada sensornya.. Selain itu, kemarin pas ramadhan, naruto SD juga kena sensor pas cewek-ceweknya pake bikini. Hello.. plis deh.. masa genre SD yang nggak menunjukkan detail gambar juga kena sensor? Yang bener aja KP*,, orang adegan sinetron pegangan tangan, ciuman, mereka aja nggak kena sensor kok..

So, apa maksud mimin cerita panjang lebar? Tentu aja ngajak agar kita semua memantau dan peduli dengan acara di televisi kita. Sebenernya banyak kan yang merasakan resah ketika adeknya atau anaknya yang masih kecil nonton televisi dan mereka ‘mempraktekkan’ sesuatu yang lagi ‘ngetrend’, kalau itu pantas dilakukan anak umur segitu, oke lah.. but.. seringnya nggak mutu *sorry*

Coba aja lihat, anak kecil jaman sekarang lagunya cinta-cintaan, di sekolah pada ejek-ejekan soal cinta monyet, belum lagi yang pada merengek minta dibeliin smartphone yang kayak di tv-tv biar gaul katanya. Kalau keluarganya mampu dan dia memang membutuhkannya untuk urusan pendidikan dan komunikasi, nggak masalah.. yang ada, kadang mereka nggak sadar kalau orang tua lagi berjuang mati-matian buat bayar sekolah, cicilan rumah, makan harian, tagihan listrik dan air, dan masih banyak lagi.. dan, ketika orang tua itu maksain buat nurutin keinginan ‘anak tersayangnya’ tanpa menimbang lebih jauh, maka bisa terjadi fenomena utang piutang. (mimin nggak mendramatisir ya, ini realita masyarakat sekitar mimin).

Yah, emang nggak semua orang terkena dampak negatif dari televisi sih, tapi this is our show.. show yang ada di Negara kita, yang dibikin oknum-oknum bangsa kita. Dari sekian juta ide yang melintas di kepala, kenapa sekedar itu? Jujur, bagi mimin pribadi, sebenernya orang Indonesia itu kreatif banget. Tapi kenapa acara sekarang malah dilingkar itu-itu saja? Apa karena pengaruh minat pasar yang hanya berkutat di sekitar itu saja? Kalau iya, Yah, namanya juga orang cari duit, but if there’s another way, why don’t we take it?

Kalau teman-teman semua buka facebook KP*, maka teman-teman bakal lihat banyak banget uraian keresahan masyarakat kita, karena apa sih? Karena mereka peduli. Yah, walaupun terkadang mereka merasa curahan hatinya belum tersampai kepada empunya akun. Tapi, mereka tetap ikut memantau.

Mimin jarang nonton tv karena memang di kos mimin nggak ada tv sih, lebih tepatnya ada, tetapi mbak-mbak kos udah pada booking itu tv buat nonton sinetron di beberapa stasiun tv swasta. Walhasil, mimin minggir.. nurut sama yang tua.. *plakk*

Walaupun begitu, hal pertama yang mimin sadari setelah sekian lama nggak nonton tv adalah.. iklan rokok ternyata pindah jam tayang.. selain itu, anime-anime hari minggu diganti sama kartun ‘m*tu p*tlu’ yang bagi mimin sebagai penonton nggak menarik banget. Mungkin karena KP* termakan kata-kata kalau anime itu kebanyakan vulgar dan penuh kekerasan. Hellow.. padahal tinggal genrenya aja… anime kan nggak Cuma satu dua judul aja,, bejibun bapak.. dulu aja nayangin minky momo, flame of recca, dragon league, whistle, captain tsubasa.. tuh kan.. banyak kan? Itu aja jaman dulu.. apalagi jaman sekarang yang produksi anime semakin banyak?

Mimin Cuma berharap sih, KP* melakukan evaluasi, mana yang benar-benar layak, mana yang enggak. Harus berani bertindak tegas untuk menciptakan generasi yang berguna, bermanfaat dan menjanjikan dalam rangka pembangunan mental dan moral yang kuat. Apa hubungannya sama tv? Ya ada.. karena tv itu sumber hiburan sejuta umat yang sering ditonton dan ditiru, apalagi kawula muda sekarang. Sedih tahu ketika lihat orang sekarang lebih cenderung berlaku konsumtif daripada produktif.

Walaupaun untuk sebagaian orang, itu hanya sebuah ‘acara’, tapi bagi mimin, acara itu membawa identitas kita sebagai sebuah bangsa yang besar, bangsa yang bermartabat, bangsa hebat yang dulu merdeka dengan kekuatan tekad, doa dan usaha leluhurnya yang berperang pake senjata seadanya. Kalau sekarang lebih banyak orang bisa bikin dan share kata-kata motivasi, kenapa kita nggak bisa menerapkan motivasi itu untuk maju?

Ini saatnya kita bangkit guys.. let’s do what we can do.. walaupun itu hal kecil yang terlihat sepele dan tidak berharga, tapi selalu ingat bahwa tidak ada hal yang sia-sia. Kuatkan hati kalian dan bergeraklah maju, merdeka!

Semarang, 09 Agustus 2015

Iklan

Move On? Why Not?

Hello minna-san… lama mimin nggak update.. Maklum, lagi nggak ada inspirasi buat nulis apapun. Atau lebih tepatnya, banyak inspirasi yang kabur entah kemana gegara si mimin tidak bertindak cepat dalam menuangkan inspirasi tersebut ke dalam sebuah media. Hoho..

Anyway, mimin lagi kepikiran sama kata ‘move on’. Ho.. kata ini sudah nggak asing lagi dong buat anak muda zaman sekarang? Secara umumnya, sehabis putus sama pacar, pasti deh teman-teman sering banget mengungkapkan kata ‘move on’ ini. Hem hem.. mimin kok bisa kepikiran soal move on ya? Apa karena mimin belum bisa move on dari seseorang? Wow wow… check it out di bawah ini ya guys ceritanya..
Seperti kebiasaan anak muda pada umumnya, mimin buka facebook pagi-pagi dan menemukan status teman yang berbunyi “kenapa MOVE ON itu susah? Karena dari SD sudah diajari MENGHAFAL dan MENGINGAT, bukan MELUPAKAN”.

Gegara status itu, mimin jadi kepikiran sama kata move on, menghafal, mengingat dan melupakan. Yah, karena empat kata tersebut yang seakan-akan ditonjolkan oleh si empunya status. Mungkin kebanyakan orang bakal nge-like ini status karena mereka merasa ‘itu status bener banget’, atau ‘pantes aja gue belom bisa move on, ini toh sebabnya’. Nah kan, malah gitu.

Tapi, mimin juga nggak bisa nyalahin si pembuat statement sih, Cuma… C’mon guys, lihat dari sudut pandang yang lain lah. Hidup itu pilihan, apakah kita ingin hidup dengan warna abu-abu yang kelam dan jauh dari keceriaan, atau kehidupan pelangi yang berwarna dan penuh keindahan? That’s your own choice.

Kalau menurut mimin sih, nggak ada salahnya mengingat dan menghafal hal yang (mungkin dianggap) buruk oleh teman-teman yang habis putus sama pacar dan belom bisa move on. ‘Lha kok bisa? Mimin gak pernah ngerasa frustasi pas putus sama pacar ya? Atau jangan-jangan mimin itu pemain cinta yang nggak pernah serius menanggapi perasaan orang lain?’. Kalau itu yang kalian pertanyakan, tentu jawabannya enggak. Mimin juga manusia kali, pernah pacaran, frustasi karena diputusin, ngerasain cinta bertepuk sebelah tangan, bahkan susah move on yang bikin kehidupan mimin serasa dipenuhi warna kelabu.

Tapi, bagi mimin, menghafal dan mengingat bukanlah hal yang salah. Mengapa? Karena itu tahap belajar. Bagaimana bisa? Karena, sebenarnya nih guys, ketika kita berpacaran, kita tahu betul baik buruk pasangan kita. Namun, seringnya kita mentolerir apa yang kita tahu tentang dia karena alasan sayang atau cinta. Sehingga, kita tidak terlalu mempermasalahkan hal buruk yang mungkin pernah dilakukannya. Walaupun tak jarang pasangan yang tidak menyukai perilaku buruk tersebut sehingga menjadi sebuah masalah yang membawanya pada sebuah pertengkaran panjang. Ketika pertengkaran tersebut terjadi, hanya ada dua pilihan yang akan dilaluinya.

Pertama, intrsopeksi dan membuat kesepakatan untuk berubah. Sehingga, ketika masalah selesai, justru mereka akan semakin dekat dan bunga-bunga cinta bersemi lebih banyak. Yah, bisa dibilang hubungannya akan lebih hangat dari sebelum-sebelumnya. Namun, lamanya kehangatan ini bertahan juga dilatarbelakangi oleh faktor komitmen untuk berubah menjadi lebih baik.

Kedua, memutuskan hubungan. Pilihan ini merupakan yang paling sering terjadi ketika masalah yang ditemui oleh pasangan tidak membuahkan jalan keluar yang bisa disepakati bersama. Sehingga, putus hubungan ini seringkali menjadi latar belakang susahnya move on. Bisa dibilang, masalah yang belum tuntas seringkali membuahkan masalah yang lebih besar. Maka tidak heran jika ada statement yang mengatakan ‘masalah itu ada untuk dihadapi, bukan untuk ditinggal pergi’.

Ok, kembali pada status facebook yang bikin mimin mikir gaje pagi-pagi. Sampai mana tadi? Oh iya, tentang belajar. Mimin, kenapa kita tidak menyalahkan menghafal dan mengingat sih? Itu kan bikin tambah sakit hati dan susah move on? Jawabannya adalah… jeng jeng jeng…

Karena kita mengetahui baik dan buruknya orang tersebut, kita jadi belajar bagaimana cara beradaptasi dengan orang yang tipenya hampir sama dengan mantan pacar kita. Selain itu, mimin percaya, kita bakal belajar tentang bagaimana cara menghadapi masalah yang terjadi kala itu. Dengan belajar beradaptasi dan memecahkan masalah, bisa dibilang kita akan menemukan cara baru untuk menjalani hubungan yang baik ketika suatu saat menemukan seseorang sebagai tambatan hati yang ‘pas’.
Berarti, statement mimin mendukung ‘menghafal’ dan ‘mengingat’? yeah.. betul sekali. Coba kita bandingkan dengan ‘melupakan’..

Ketika kita melupakan hal yang kita anggap buruk, maka tidak ada jaminan bahwa suatu saat kita tidak mengulangi kejadian yang sama. Mengapa demikian? Karena kita tidak belajar apapun dan tetap menjadi diri kita yang lama, diri kita yang bahkan tidak mengerti bagaimana cara menyelesaikan sebuah masalah yang sudah pernah dialami sebelumnya. Apakah mungkin ada orang di dunia ini yang ingin jatuh ke sebuah lubang yang sama? Mimin kira tidak pernah ada yang menginginkan hal tersebut.

Jika memang ada yang harus dilupakan, maka lupakan bahwa ia pernah menjadi pacarmu. Anggap bahwa kau telah lahir sebagai orang yang berbeda, orang baru yang akan memulai hubungan ‘persahabatan’ dengan ‘mantan pacar’ tersebut, itupun jika orang tersebut bukanlah orang yang jahat.

Apa yang mimin maksud dengan ‘jahat’ adalah.. jika orang tersebut memiliki sifat buruk yang akan membuat kita terjerumus ke hal yang tidak baik dan menyimpang. Tapi guys, kejahatan ini jangan kamu lihat secara subjektif ya.. coba Tanya penilaian teman-temanmu juga tentang dirinya. Jika kebanyaka orang berkata bahwa ia tidaklah baik, maka jauhi saja untuk kebaikan dirimu yang baru.

Namun, jika brotha dan sista tetap ingin berkawan dengannya, tak ada masalah. Selama mampu menjaga diri sendiri dan memiliki pegangan prinsip yang kuat. Terutama nih, sista-sista kita yang biasanya ‘rawan’ untuk terjerumus hal-hal negatif karena luluh dengan kata-kata manis yang ujung-ujungnya bikin sakit juga.
Okay.. bagaimana guys? Masih ingin ‘melupakan’, atau ‘mengingat’ untuk belajar menjadi pribadi yang baru dan lebih kuat dalam menghadapi masalah hidup? C’mon.. let’s move on.. tak ada orang yang ingin menderita di dunia ini, kecuali orang yang berputus asa.

Terus melangkah maju adalah hal alami yang seharusnya dilakukan manusia. sekecil apapun langkah itu, teruslah bergerak maju. Karena seberapa besar kau menangisi masa lalu dan bermuram durja, maka keadaan tak kan jua berubah jadi baik. Jika kita bisa menciptakan kehidupan berwarna pelangi, mengapa harus memilih kehidupan abu-abu?
Kehidupan memang penuh dengan masalah, karena dari sanalah kita belajar untuk berjuang dan bertahan. Sebenarnya kata-kata ‘hanya yang terkuatlah yang akan bertahan’ tidak sepenuhnya salah. Karena kekuatan tidak hanya berasal dari fisik semata. Hahay..

Jadi, sudahkah anda memutuskan untuk move on? 

Semarang, 07 Agustus 2015