Aku tak tahu

Di bawah naungan langit senja aku termenung.. bukan suatu rangkaian kata-kata manis yang tersampai, hanya beban-beban tak penting yang lama teronggok.. kau tahu apa? Aku sendiri tak tahu.. jariku menari di atas tuts keyboard seiring kata-kata yang berjalan tepat di depan mata. Otak ini seakan menginginkan kata-kata random yang lama berputar, lalu sebenarnya.. apa itu? Ku telah katakan padamu kesekian kalinya, aku tak tahu..

Lalu sebenarnya kenapa jemari ini terus menari? Tentu karena sebagian otakku menginginkannya menulis, menuang, membongkar semuanya.. semua hal tak penting yang membuang air mata, tawa dan sendu.

Aku lelah, semakin tak mengerti apa sebenarnya maunya diri ini. Kata-kata terus terketik seiring langit yang semakin merah hingga memudar menjadi ungu dan gelap. Lalu apa hasilnya? Ku bilang sekali lagi aku tak tahu..

Aku hanya ingin menuang kata-kata yang terus berputar tanpa arah dan arti yang jelas. Lucu memang, tapi bagiku tak sedemikian.. sama sekali tak lucu.. aku hampir gila dengan kata tak terarah ini.. lalu harus bagaimana?

Tak ada jawaban.. bahkan dari ujung pandangku pada langit senja. Langit…benar… kadang aku memikirkan banyak hal imajinatif yang tak mungkin terjadi secara rasio.. bisakah aku menghilang? Bertransformasi menjadi bentuk lain yang akan menghapus memori manusia tentangku, tentang semuanya. Lalu kenapa ku inginkan hal aneh yang tak mungkin terwujud?

Sekali lagi, sekedar berlari dan bernaung pada sinar bintang yang bahkan masih berpijar kala purnama datang menjelang. Sebegitu inginkah aku musnah? Mungkin. Ya..ataupun..tidak.. biarlah.. biar hal gila ini terus berputar dan mencapai batasnya.. suatu saat nanti, mungkin kata tak bermakna ini akan tersusun indah menjadi melodi.. ya.. melodi yang akan dikenang oleh seseorang.. siapa kau bilang? Sekali lagi aku tak tahu

Cukupkan omong kosong ini, dunia tak membutuhkannya meki tak ada larangan untuk mengumbarnya. Lalu sebenarnya, sekali lagi.. apa itu? Dan ku jawab berkali-kali.. aku tak tahu.. bahkan hal terkecil yang mungkin akan diketahui oleh orang pada umumnya. Namun sekali lagi aku hanya ingin berputar, terserah apa katamu, kata mereka, dunia tak membenciku saat kata-kata ini berputar dan mengalir dalam syaraf otakku yang mungil. Jadi biarkan aku menghilang dibalik langit senja yang menenggelamkan matahari jauh di ujung pandang dunia.

(Semarang, 23 Desember 2013)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s