Sungguh (kasihan)

Matanya kian sayu langit
Kala terusik ia lari menjerit
Kala melumpuh seakan hilang tersabit
Kala mendenging seakan luka terhimpit

Kasihan sungguh kasihan angin
Bermimpi mengharum melati tak mungkin
Menjelma mawar putih tak yakin
Jadi anggrek pun ia tak ingin

Lalu bagaimana kau itu?
Bahkan mentari memandangnya redup
Dedaunan jua diam mengatup
Tak tinggal satupun tegur meletup

(Semarang, 12 September 2013)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s