Saat Itulah Aku Tersenyum pada Mentari

langit cerah yang tak pernah terlupa

awal yang menyiratkan merah tomat pada bakpau itu

namun seiring waktu berjalan

awan mendung datang mendera

turunkan hujan basahi dirimu

petir datang menyambarmu keras

aku terpekur diam

seraya merintih perih yang kau rasa

aku berlari dalam gelapnya malam

dan kutuju kelamnya mendung

namun cahaya mentari ganti mendung

sembuhkan lukamu yang tergores petir

hangatnya sinarnya buatmu tersenyum dan berlari

berteriak ceria pada dunia

saat itulah aku tersenyum pada mentari

yang sembuhkanmu saat ku pergi

dan saat itulah semua buatku tersenyum dalam sepi

11 Nopember 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s