Rindu Redamku

terbesut mata angin di ujung langit biru
membentang kosong menatap laku kecilmu
inginkah pulang pada titik embun beku?
atau kobar api kasih berpeluh haru?

diatas asa kurajut benang cinta
dengan anugerah terjaga sayang melanda
meski bulir mata tak luput berganti darah
Tuhan tahu bukan dusta tertimbun lembah

aahh… rindu redam sakitku penuh
tanpa rengkuhmu jatuh lelah bersimpuh
kapan pulang, hatiku radang melepuh
walau terlarang biar saja daku berlabuh

(Semarang, 20 Oktober 2014, 10:00 WIB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s